Search This Blog

Loading...

Thursday, May 6, 2010

Yati,Polis muda diperkosa penjenayah kerana dendam

Nurhadayati, 20 tahun, adalah seorang anggota polis yang baru dilantik beberapa
bulan yang lalu. Nurhadayati atau sering dipanggil Yati itu memiliki wajah yang
cukup cantik, berkulit putih dengan bibir yang merah merekah, tubuhnya kelihatan
agak berisi dan seksi. Orang-orang di sekitarnya pun menilai wajahnya mirip
dengan artis Siti Nurhaliza atau Zahnita.

Banyak orang bertanya kenapa dia lebih suka memilih kejaya sebagai seorang polis
wanita daripada menjadi artis ataupun seorang model. Maklumlah, dengan wajah
yang cantik itu Yati memiliki modal yang cukup untuk berkejaya sebagai model
atau artis.

Tinggi badannya 168 cm dan ukuran bra 36B, membuat penampilannya makin
menggairahkan, apalagi ketika ia mengenakan baju seragam polis dengan baju
seragam birunya yang berukuran ketat sampaikan garis seluar dalamnya pun
terlihat jelas menembusi dan menghias kedua buah punggunnya. Kerana ukuran
kainnya yang ketat, sehingga semasa dia berjalan goyangan punggunnya dapat di
lihat dengan jelas . Semua lelaki yang berpikiran nakal pastilah ingin merasai
tubuhnya.

Pada suatu malam setelah habis kerja, sekitar jam 10 malam Yati berjalan
bersendirian meninggalkan Pejabat untuk pulang menuju ke rumah yang kebetulan
hanya berjarak sekitar 600 meter dari balai polis tempatnya berkerja. Dia
merasakan badannya amat penat akibat seharian kerja ditambah pula rasa yang
melengkit-lengkit kerana peluah yang juga membasahi seragam polis yang
dikenakannya.

Dengan berjalan agak lambat, kini tibalah Yati pada sebuah jalan pintas menuju
ke rumak yang kini hanya berjarak 100 meter itu, namun jalan tersebut agak sunyi
dan gelap. Tiba-tiba tanpa disadarinya, sebuah kereta bercermin gelap memotong
jalan dan berhenti di depannya. Belum lagi hilang rasa terkejutnya, tiba-tiba
keluar seorang pemuda berbadan tegap dari pintu belakang dan menarik Yati yang
tidak sempat membuat apa-apa penentangan itu masuk ke dalam kereta tersebut, dan
kemudian kereta langsung memecut laju meninggalkan lokasi itu.

Di dalam kereta tersebut ada empat orang lelaki. Yati diberi amaran supaya tidak
mejerit dan membuat apa-apa, sementara itu kereta terus memecut laju . Yati yang
masih terkejut pun didudukkan di bagian tengah, diapit 2 orang lelaki.Sementara
itu di dalam kereta, mereka berusaha meusap-usap pahanya. Tangan kedua-dua
lelaki tersebut mulai bergilir-giler mengusap-usap kedua paha Yati.

Naluri polis Yati bangkit dan memberontak. Namun belum lagi sempat bertindak,
tiba-tiba lelaki yang duduk di sisinya memukul kepala Yati beberapa kali
sehingga akhirnya Yati pun pingsan.

Kedua tangan Yati diikat di belakang dengan tali sehingga dadanya yang montok
yang masih dilapisi seragam polis itu mencuat ke depan. Sementara itu sepanjang
perjalanan kedua orang lelaki yang mengapitnya memanfaatkan kesempatan itu
dengan menyingkap kain seragam Yati sampai paras pinggan. Setelah itu kedua
belah kakinya dikankangkan selebar-labarnya ke kiri dan kanan sampai akhirnya
tangan-tangan nakal kedua lelaki tersebut dengan leluasa menyeluk ke dalam
seluar dalam Yati, kemudian dengan bernafsu mengusap-ngusap kemaluan Yati.

Akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah besar yang sudah lama tidak diduduki.
Kereta itu membelok masuk ke dalam kawasan rumah itu. Kemudian Yati yang masih
pingsan itu langsung diangkat oleh dua orang yang tadi mengapitnya masuk ke
dalam rumah tersebut. Rumah tersebut kelihatan seperti tidak terurus dan kosong,
namun di tengah-tengahnya terdapat satu sofa besar yang telah lusuh.

Di sana sudah sekitar lima orang lelaki sudah sedia menunggu, jadi jumlah
semuanya sembilan orang lelaki. Mereka semua berbadan tegap, badan mereka
dipenuhi dengan tatto dan kelihatan sepertinya mereka jarang mandi.

Yati kemudian didudukkan di sebuah kursi sofa panjang di antara mereka.

"Wow cantiknya poliswanita ni." kata beberapa lelaki yang menyambut kedatangan
rombongan penculik itu sambil memandan tubuh longlai Yati.

Tiba-tiba salah seorang dari mereka berkata, "Jon.., ambilin air..!"

Seseorang bernama Joni segera kedapur dan tidak lama kemudian masuk dengan
sebotol air.

"Ini Farok..," ujar Joni.

Farok yang berbadan tegap dan tidak berambut itu berdiri dan menyiramkan air
pelahan ke wajah Yati.

Beberapa saat kemudian,polis wanita cantik itu terlihat sangat terkejut melihat
suasana di depannya, "Kamu..." katanya berupaya menggerakkan tubuhnya, dan dia
sadar tangannya terikat erat.

Kali ini Farok tersenyum, senyum kemenangan.

"awak hendak apa?" Yati bertanya bercampur menghardik kepada Farok.

"Jangan main-main ya, saya ni anggota polis..!" berkatanya lagi.

Farok hanya tersenyum, "Silakan mejerit, takde saper yang akan dengar.Rumah ni
jauh dari orang ramai." kata Farok.

Sadar akan posisinya yang terkepit, putus asa pun mulai terlihat di wajah polis
wanita itu, wajahnya yang cantik sudah mulai terlihat kehibaan. Namun kebencian
di hati Farok masih belum padam, lebih-lebih lagi dia masih ingat ketika Yati
menankapnya disaat dia melakukan pencopetan di dalam sebuah pasar. Namun karana
bukti yang kurang, Farok pun akhirnya dibebaskan. Hal inilah yang membuat Farok
mendendam dan bertindak nekat seperti ini.

Memang di dalam dunia jenayah nama Farok cukup terkenal. Lelaki yang berusia
40-an tahun itu sering keluar masuk penjara,berbagai-bagai tindak jenayah yang
telah dibuatnya.jenayah seperti mencopet di pasar, merampok dan membunuh sesama
penjahat. Kejahatan yang terbaru dilakukannya adalah merampok dan memperkosa
mansanya, iaitu seorang isteri muda yang berusia sekitar 25 tahun, isteri
seorang pengusaha muda yang kaya raya. Perempuan itu bersendirian di rumahnya
yang besar dan mewah kerana ditinggalkan suaminya untuk urusan bines di
Singapura.

"Tolong Maafkan saya,di waktu itu saya terpaksa bertindak demikian." katanya
seolah membela diri.

"Ha.. ha.. ha..." Farok ketawa serentak dengan lelaki yang lainnya sambil
mengejek Yati yang duduk terkulai lemas.

"Hei polis wanita jalang, aku ini kepala penjahat kat sini tau! kau tangkap aku
sama saja seperti bunuh diri!" ujar Farok sambil bermain dagunya.

"Sekarang ni kau misti membayar harga yang mahal diatas tindakan kau itu, dan
aku mahu bagi kau satu pengajaran supaya kau tau siapa aku." sambungnya.

Yati pun tertunduk layu seolah dia menyesal tindakan yang telah diambilnya dulu,
airmatanya pun mulai berlinang membasahi wajahnya yang cantik itu.

Tiba-tiba, "BUKK.." sebuah pukulan telah menghantam pipi kanannya, membuat tubuh
Yati terlontar ke belakang bercanpur menjerit. Seorang lelaki berkepala botak
telah menampar pipinya, dan "BUKK" sekali lagi sebuah pukulan dari si botak
menghantam perut Yati dan membuat badannya meringkuk menahan rasa sakit di
perutnya.

"Aduh.., ampun Encik.. ampunn..," ujar Yati dengan suara yang lemah dan meminta
belas.

sambil berjalan Farok membuka baju yang dikenakannya dan berjalan mendekati
Yati, badannya yang hitam dan tegap itu semakin dekat tampak seram dengan tattoo
yang banyaknya yang menghiasi badannya.

"sudah tu Yon, sekarang aku mahu beraksi." ujar Farok sambil menahan Yunus yang
mengajar Yati tadi.

Farok dengan kasarnya menyingkapkan kain seragam Polis wanita Yati ke atas
sehingga kedua paha putih Yati terlihat jelas, juga seluar dalam putihnya.

Yati melihat Farok dengan ketakutan, "Jangan, jangan cik..." ucapnya meminta
belas seakan tahu hal yang lebih buruk akan menimpa dirinya.

Kemudian, dengan kasar ditariknya seluar dalam Yati sehingga bagian bawah tubuh
Yati telanjang. Kini terlihat belahan pantat Yati yang ditumbuhi bulu-bulu halus
yang tidak begitu lebat, sementara itu Yati menangis terisk-isak.

Lelaki yang berada di sekeliling Farok pun pada terdiam melopong melihat
indahnya kemaluan polis wanita itu. Buat sementara ini mereka hanya dapat
melihat ketua mereka mengerjakan polis wanita itu untuk melempaskan dendamnya.
Kini Farok memposisikan kepalanya tepat di hadapan kankang Yati yang nampaknya
mengeliat-geliat ketakutan. Tanpa membuang masa, dikangkangnya kedua kaki Yati
sehinggakan pantat agak sedikit terbuka, dan setelah itu cium pantat Yati dengan
bibir.

Dengan rakus bibir dan lidah Farok mengulum, menjilat-jilat lubang vagina Yati.
Badan Yati pun menggeliat-geliat kegelian, matanya terpejam, peluh mulai banjir
membasahi baju seragam polis wanitanya, dan rintihan-rintihannya pun mulai
keluar dari bibirnya akibat keganasa serangan bibir Farok di buntuhnya, "Iihh..
iihh.. hhmmh.."

Tidak tahan melihat itu, Joni dan Fendi yang berdiri di sisi langsung
meremas-meremas payudara Yati yang masih ditutupi seragam itu. Yati sesekali
nampaknya berusaha meronta, namun hal ini semakin meningkatkan lagi nafsu Farok.
Jari-jari Farok juga meraba secara liar daerah liang kemaluan yang telah banjir
oleh cairan mazi dan air liur Farok. Jari telunjuknya mengorek dan
berputar-putar dengan lincah dan sekali-sekali mencuba menusuk-nusuk.

"Aakkh.. Ooughh..."Yati semakin keras mengerang-ngerang.

Setelah puas dengan pantat Yati, kini Farok bergerak ke arah wajah Yati. Dan
kini giliran bibir merah Yati yang dilumat oleh bibir Farok.ketika itu juga
memainkan kemaluan Yati, kini bibir Yati pun dicium dengan rakusnya, dicium,
dikulum dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Yati.

"Hmmph.. mmph.. hhmmp.." Yati hanya dapat memejamkan mata dan mendegus-degus
karana mulutnya terus diserbu oleh bibir Farok.

Bunyi decakan dan kecupan semakin keras terdengar, air liur mereka pun meleleh.
Sesekali Farok menjilat-jilat dan menghisap-hisap leher jenjang Yati.

"It’s showtime..!" teriak Farok yang disambut oleh kegembiraan teman-temannya.

Kini Farok yang telah puas berciuman berdiri di hadapan Yati yang nampaknya
termegah-megah akibat perbuatan Farok tadi, matanya masih terpejam dan kepalanya
melarikan pandangan dari Farok. Farok pun membuka seluar jeans lusuhnya hingga
akhirnya telanjang bulat. Buntuhnya yang berukuran besar telah berdiri tegak
untuk menerima mangsa.

Kini Farok meluruskan posisi tubuh Yati dan mekangkangkan kembali kedua kakinya
hinggakan kakinya terkuak sedikit kemudian mengangkat kedua kaki itu serta
menekuk hingga bagian paha kedua kaki itu menempel di dada Yati. Hingga kemaluan
Yati yang berwarna kemerahan itu kini terbuka seolah bersiap untuk menerima
serangan. Tangis Yati semakin kuat, badannya terasa gemetar, dia tahu apa akan
yang terjadi pada dirinya sebentar nanti.

Farok pun mulai menindih tubuh Yati, tangan kanannya menahan kaki Yati,
sementara tangan kirinya memegan batang buntuhnya mengarahkannya ke lubang
vagina Yati yang telah menganga.

"Ouuhh.. aah.. ampuunn.. ahhh..!" rintih Yati.

Badan Yati menegang keras saat dirasakan olehnya sebuah benda keras dan tumpul
berusaha menyerbu masuk ke dalam lubang vaginanya.

"Aaakkh..ahhh!" Yati mejerit keras, matanya terbeliak, badannya mengejang keras
saat Farok dengan kasarnya menghujamkan batang buntuhnya ke dalam lubang vagina
Yati dan melesakkan secara perlahan ke dalam lubang vagina Yati yang masih dara
dan ketat itu.

peluh pun kembali membasahi seragam Polis wanita yang masih dikenakannya itu.
Badannya semakin menegang dan mengejan keras disertai lolongan ketika kemaluan
Farok berhasil menembus selaput dara yang menjadi kehormatan yati.

Setelah berhasil menanamkan seluruh batang buntuhnya di dalam lubang vagina
Yati, Farok mulai menggenjotnya dia mula dengan irama yang perlahan-lahan hingga
cepat. Darah selaput dara pun mulai mengalir dari celah-celah pantat Yati yang
sedang ditutuh dengan buntuh Farok itu. Dengan henjutan yang laju Farok mulai
menggenjot tubuh Yati, rintihan Yati pun semakin teratur dan berirama mengikuti
irama gerakan Farok.

"Ooh.. oh.. oohh..!" badannya bergoncang-goncang kuat dan terangkat-angkat
akibat kasarnya tusukan Farok yang semakin bernafsu.

Setelah beberapa minit kemudian badan Farok menegang, kedua tangannya semakin
erat mencenkam kepala Yati, dan akhirnya disertai erangan kenikmatan Farok
klimaks di rahim Yati. Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak hinggakan meneleh
keluar. Yati hanya pasrah menatap wajah Farok dan kembali memejamkan mata disaat
Farok bersedia untuk menyemburkan sisa spermanya sebelum akhirnya terkulai lemas
di atas tubuh Yati.

Tangis Yati pun kembali bermula, dia nampaknya sangat terkejut. Badan Farok yang
terkulai di atas tubuh Yati pun bergoncang-goncang jadinya kerana isekan
tangisan dari Yati.

"Bagai mana rasanya Sayang..? Begitu nikmat kan..?" ujar Farok sambil
membelai-belai rambut Yati.

Beberapa saat lamanya Farok menikmati kecantikan wajah Yati sambil
membelai-belai rambut dan wajah Yati yang masih merintih-rintih dan menangis
itu, sementara buntuhnya masih terbenam di dalam lubang pantat Yati.

"Seharus ingat jangan main-main dengan aku lagi ya Sayang..!" sambung Farok
sambil bangkit dan mencabut buntuhnya dari pantat Yati.

"Ok siapa yang nak ape lagi, mulakan sekarang..." ujar Farok kapada
teman-temannya.

Belum lagi Farok habis bercakap, Fendi yang dari tadi di sisinya mengambil
posisi di depan Yati yang masih lemah terkulai di atas kursi sofa. Beberapa
orang yang tadinya kedepan kini terpaksa undur, kerana memang Fendi adalah orang
kedua dalam geng ini.

Fendi yang berumur 38 tahun itu pun segera menangalkan seluar jeans lusuhnya,
dan kemudian naik ke atas sofa serta berlutut tepat di atas dada Yati. Buntuhnya
yang telah membesar dan tidak kurang besar dengan buntuh Farok kini tepat
mengarah di depan wajah Yati. Yati pun kembali memaling muke sambil memejamkan
matanya. Fendi mulai dengan memaksa Yati untuk hisap batang buntuhnya. Tangannya
yang kasarnya memegan kepala Yati dan menghadapkan wajahnya ke depan buntuhnya.

Setelah itu Fendi memaksakan batang buntuhnya masuk ke dalam mulut Yati hingga
masuk sampai ke pangkal buntuh dan sepasang buah zakar tergantun di depan bibir
Yati. Fendi mulai mengocokkan batang buntuhnya di dalam mulut Yati yang napaknya
termegah-megah kerana kekurangan oksigen. hayun buntuhnya keluar masuk dangan
cepat hingga buah zakarnya memukul-mukul dagu Yati.

Bunyi berkecipak kerana gesekan bibir Yati dan batang buntuh yang sedang
dikulumnya tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini membuat Fendi yang sedang
mengerjai yati makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan punggunlnya yang
tepat berada di depan wajah Yati. Batang buntuhnya juga semakin cepat keluar
masuk di mulut Yati, dan sesekali membuat Yati tersedak dan ingin muntah.

Lima minit lamanya batang buntuh Fendi dikulum dan membuat Yati makin lemas dan
pucat. Akhirnya tubuh Fendi pun mengajan keras dan Fendi melepaskan spermanya di
rongga mulut Yati. Hal ini membuat Yati tersetak dan mual, ingin memuntahkannya
keluar namun pegangan tangan Fendi di kepalanya sangat kuat sekali, sehingga
dengan terpaksa Yati menelan sebagian besar sperma itu.

"Aaah..," Fendi pun memdegus lega sambil merebahkan badannya ke samping tubuh
Yati.

Segera Yati meludah dan memcuba memuntahkan sperma dari rongga mulutnya yang
nampak dipenuhi oleh cairan lendir putih itu. Belum lagi menumpahkan semuanya,
tiba-tiba badannya sudah ditindih oleh Yunus yang dari tadi juga berada di sisi
dia.

"Ouuh..," Yati memdegus akibat ditindih oleh tubuh Yunus yang dari telah
telanjang bulat itu.

Kini dengan kasarnya Yunus melucuti baju seragam Polis wanita yang masih
dikenakan Yati itu. Tetapi kerana kedua tangan Yati masih diikat ke belakang,
maka yang terbuka hanya bagian dadanya saja.

Setelah itu dengan kasarnya Yunus menarik colai yang dikenakan Yati dan
tersembullah kedua buah payudara indah milik Yati itu. Pemandangan itu segera
mengundang rasa kagum dari semua lelaki disitu.

"Aah.. aduh tolong.. ampuunn..!" dengan suara yang lemah Yati cuba untuk meminta
belas kasihan dari Yunus.

Rupanya hal ini tidak membuahkan hasil sama sekali, terbukti Yunus dengan
rakusnya langsung melahap kedua bukit kembar payudara Yati yang montok itu.
Diramas-ramas, dikulum dan dihisap-hisapnya kedua payudara indah itu hingga
warnanya berubah menjadi kemerah-merahan dan mulai megeras.

Setelah puas mengerjai bagian payudara itu, kini Yunus mula hendak menyetubuhi
Yati.

"Aaakkhh..." kembali terdengar rintihan Yati dimana pada saat itu Yunus telah
berhasil menanamkan buntuhnya di dalam vagina Yati.

Mata Yati kembali terbeliak, tubuhnya kembali menegang dan merasakan lubang
pantatnya kembali disundol denagn batang buntuh lelaki perogolnya.

Tanpa membuang waktu lagi, Yunus menggenjut batang buntuhnya di dalam kemaluan
Yati. Yati hanya dapat merintih-rintih seiring dengan irama gerakan persetubuhan
itu.

"Aaahh.. aahh.. oohh.. ahh.. ohh..!"

Selang beberapa minit kemudian Yunus pun akhirnya berejakulasi di rahim Yati.
Yunus pun juga tumbang menyusuli Farok dan Fendi setelah merasakan kenikmatan
klimaks di rahim Yati. Kini giliran seseorang yang berwajah garang, seseorang
yang bernama Martinus, badannya tegap dan besar serta berotot, kulitnya gelap.
Usianya sekitar 35 tahun.

Martinus dengan selambernya mula menangalkan pakaiyanya satu persatu hingga
telanjang bulat, buntuhnya yang belum bersunat itu pun sudah megembang besar
sekali. Yati yang masih kepenatan hanya dapat menatap dengan wajah yang sahdu,
seolah-olah airmatanya telah habis terkering. Kini hanya tinggal
tangisan-tagisan kecil yang keluar dari mulutnya, nafasnya masih
termengah-mengah gara-gara disetubuhi oleh Yunus tadi.

Setelah itu dia mendekati Yati dan menarik tubuhnya dari sofa sampai terjatuh ke
lantai. Cenkaman tangannya amat kuat sekali. Kini dia membalikkan tubuh Yati
hingga terlentang, setelah itu kedua tangan kemas memegang pinggan Yati dan
menariknya hingga posisi Yati kini menunggin. Jantung Yati pun berdebar-debar
menanti apa yang akan terjadi pada dirinya.

Dan, "Aakkhh.. ja.. jangan di kat situu.., ough..!" tiba-tiba Yati menjerit
keras, matanya terbelalak dan badannya kembali menegang keras.

Ternyata Martinus berusaha menanamkan batang buntuhnya ke lubang punggun Yati.
Martinus dengan selambernya cuba memasukkan buntuhnya perlahan-lahan ke dalam
lubang anus Yati.

"Aaakh.. aahh.. sakit.. ahh..!" Yati meraung-raung kesakitan, badannya semakin
mengejang.

Dan akhirnya Martinus bernafas lega disaat seluruh buntuhnya berhasil tertanam
di lubang anus Yati. Kini mulailah dia menyodol Yati dengan kedua tangan
memegani pinggan Yati. Dia mulai menujahkan buntuhnya mulai dari irama pelahan
dan kemudiannya laju sehingga membuat tubuh Yati bergoyang-goyang dengan kuat.

"Aahh.. aahh.. aah.. oohh.. sudah... oohh.. su..dah lah tu ahhh... saakiit..
ooh..!" begitulah rintihan Yati sampai akhirnya Martinus kilmaks dan
menyemburkan spermanya ke dalam lubang dubur Yati yang juga telah mula mengalami
pendarahan itu.

Akan tetapi belum lagi habis sperma yang dikeluarkan oleh Martinus di lubang
dubur Yati, dengan gerakan yang cepat Martinus membalikkan tubuh Yati yang masih
menrasa kesakitan itu hingga telentang. Martinus rupanya masih belum rasa
puasan, dan dia benamkan lagi buntuhnya ke dalam lubang pantat Yati.

"Oouuff.., aahh..!" Yati kembali merintih di saat kemaluan Martinus menusuk
dengan kasarnya lubang pantatnya.

Langsung Martinus kembali menhejut tubuh yang lemah itu dengan kasar sampaika
tubuh Yati bergoyang-goyang di lantai.

"Ouh.. oohh.. ohh..!" Yati merintih-rintih dengan mata terpejam.

Dan akhirnya beberapa minit kemudian Martinus kilmaks kembali, pada kali ini di
dalam pantat Yati.Kini giliran seseorang lagi yang telah lama menunggu di
belakang untuk menikmati tubuh Polis wanita yang malang dan cantik ini.

"Giliran aku pulak.Aku memang berdendam dengan polis..!" ujar Jack.

Jack, dia adalah ahli baru yang baru berusia 18 tahun, namun begitu badangnya
tidak kalah dengan Farok atau yang lainnya yang telah berusia 30 sampai 40-an
tahun itu. Kejahatannya juga serupa saja, jenayah terakhir iaitu dia
bersendirian merampok seorang mahasisiwi yang baru pulang kuliah malam dan
kemudian memperkosanya.

Jack megambil topi Polis wanita milik Yati dan memakaikannya ke kepala Yati yang
kini seluruh tubuh terasa lemah dan mula mengigil akibat menahan rasa sakit dan
pedih di celah kankangnya itu. Tanpa ragu-ragu lagi Jack pun memasukkan
buntuhnya langsung terbenam kedalam pantat Yati, namun Yati hanya memdegus kecil
kerana rasa sakit yang dideritainya. Dan kini seolah semua rasa sakit itu
hilang.

Beberapa minit lamanya Jack memantatkan tubuh Yati yang lemah itu. Badan Yati
hanya tersentak-sentak lemah seperti selonggokan daging tanpa tulang. Akhirnya
rahim Yati yang nampak lunyai itu dibanjiri lagi oleh sperma. Setelah Jack
sebagai orang kelima yang memperkosa Yati tadi, kini empat orang yang lainnya
mulai mendekati Yati.

Mereka adalah anggota muda dari geng ini, usia mereka juga masih muda. Ada yang
baru berusia 15 tahun dan ada pula yang berusia 17 tahun. Namun mereka kelihatan
tidak kalah dengan seniornya, aksi mereka berempat beberapa hari yang lalu
adalah memperkosa seorang gadis cantik berusia 15 tahun, pelajar yang baru
pulang sekolah. Pelajar cantik yang juga seorang model pada sebuah majalah
remaja itu mereka culik dan mereka merogol beramai-ramai di sebuah rumah kosong
sampai pengsan. setelah mereka puas, mereka pun memgambil dompet, HP, jam tangan
serta kalung milik sang gadis malang tadi.

Rata-rata dari mereka yang dari tadi hanya menjadi penonton sudah tidak dapat
menahan nafsu, dan mulailah mereka menyetubuhi Yati satu persatu. Dibuatnya
tubuh Polis wanita itu menjadi mainan mereka. Orang keenam yang menyetubuhi Yati
kilmaks di rahim Yati. Namun pada saat orang ke tujuh yang memilih untuk
menliwat Yati, tiba-tiba Yati yang telah keltiha pengsan.

Setelah orang ketujuh tadi berejakulasi di lubang dubur Yati, kini orang ke
lapan dan ke sembilan berpesta di tubuh Yati yang telah pingsan itu, mereka
masing-masing yemburkan sperma mereka di rahim dan wajah Yati serta ada juga
yang berejakulasi di mulut Yati.

Setelah keempat orang tadi puas, rupanya penderitan Yati belumlah usai. Farok
dan Martinus kembali bangkit dan mereka satu persatu kembali meyetubuhi tubuh
Yati dan sperma mereka berdua kembali tumpah di rahimnya. Kini semuanya telah
menikmati tubuh Yati polis wanita yang cantik itu.

Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi, para anggota muda itu
diperintah Farok untuk melepas tali yang dari tadi mengikat tangan Yati.
Kemudian mereka disuruh mengenakan seluruh seragam Polis wanita ke tubuh Yati,
hingga akhirnya Yati kembali mengenakan seragam Polis wanitanya walau dalam
keadaan pengsan.

Setelah itu Farok, Martinus dan Yunus megankat tubuh Yati ke kereta. Mereka
bertiga membawa tubuh Yati kembali ke tempatnya diambil tadi malam. Namun selama
dalam perjalanan, tiba-tiba nafsu Yunus kembali bangkit, dia pun mengambil
kesempatan terakhir ini untuk kembali memperkosa tubuh Yati sebanyak dua kali.
Dia akhirnya kilmaks di mulut dan di rahim Yati beberapa meter sebelum sampai ke
destinasi. Farok dan Martinus yang duduk di depan hanya dapat tengok, kerana
nafsu sex Yunus memang besar .

Setelah baju seragam Polis wanita Yati dipakaikan kembali, tubuh lunglai Yati
dicampakkan begitu saja di tepi jalan yang sepi di tempat dimana Yati tadi
diculik. Tanpa diketahui oleh Farok dan Martinus, Yunus diam-diam rupanya
menyimpan seluar dalam berwarna putih milik Yati, dan menjadikannya sebagai
kenang-kenangan.

Setelah itu mereka pun meluncur ke rumah kosong tadi untuk menjemput geng mereka
yang masih berada di sana. Kemudian mereka bersembilan menuju ke pelabuhan
menumpang sebuah kapal barang untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka pun
berharap pada saat pasukan polisi mula melacarkan operasi mereka, mereka sudah
dalam pelayaran menuju ke suatu pulau di wilayah timur Indonesia.

0 comments:

Post a Comment